Selasa, 22 April 2014

SELAMAT PAGI KEKASIH

pagi bertambah satu,
embun pagi masih malas menetes satu-satu,
si kenari masih termangu sebelum berkicau,
apa kabar belahan hati ? pagi menunggumu,

tujuh belas warsa telah berlaku,
masih ingatkah wahai kekasih hatiku ?
ketika engkau melantunkan bait kelahiranmu ?
yang menyeruak pagi dengan segenap kegembiraanmu ?

bayi mungil itu menapaki hari sambil tersipu,
merentangkan tangan untuk segenap hati yang memujamu,
melangkahkan kaki menapaki waktu,
merenda mimpi dengan renjana di setiap lipatan kalbumu,

pagi menyapamu seperti tujuh belas warsa yang lalu,
mengajakmu bangkit menyambut waktumu,
mekar tebarkan wangi rona cintamu,
menjadi bianglala yang memberi warna cakrawala itu,

Selamat ulang tahun kekasihku,
rentangkan sayapmu dengan segala keanggunanmu,
teriring serangkai doa untuk segala harapmu,
semoga mentari itu semakin bersinar dalam meniti waktu,

(Jogja, 15 Desember 1975 - 15 Desember 1992)

~marwan ardiansyah~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar